Kecemcem, Tanaman Khas dari Pulau Dewata

Apabila membahas tanaman khas dari Pulau Bali, mungkin tanaman pertama yang muncul dalam benak kita adalah bunga kamboja. Namun sesungguhnya, tanaman khas dari Pulau Bali tak hanya bunga kamboja saja. Ada tanaman khas lain dari Pulau Dewata ini, dan tanaman tersebut sering digunakan oleh masyarakat Bali sebagai tanaman obat tradisional dan daunnya diolah menjadi minuman jamu yang segar. Kecemcem atau cemcem adalah nama dari tanaman tersebut.

Kecemcem (Spondias pinnata (L.f.) kurz) atau dalam bahasa Indonesia yaitu kedongdong hutan merupakan tanaman yang memiliki tinggi sekitar 20 meter, berbatang kayu dan tegak, serta memiliki buah buni yang berbentuk lonjong dan berdaging. Sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Universitas Udayana menunjukkan bahwa kecemcem memiliki khasiat untuk menambah nafsu makan, meredakan panas dalam, dan dapat digunakan untuk mengobati batuk kronis. Selain itu, tanaman kecemcem juga dipercaya dapat memberikan efek yang menyegarkan tubuh.

Selain dijadikan bahan obat-obatan, masyarakat Bali juga sering mengolah daun kecemcem menjadi minuman tradisional layaknya jamu. Biasanya, minuman yang dikenal dengan nama “Loloh Cemcem” tersebut dikemas dalam botol-botol air mineral. Minuman ini bisa kita temukan di desa wisata Panglipuran, Kabupaten Bangli. Loloh Cemcem ini dipercaya dapat membantu menurunkan tensi dan melancarkan pencernaan.

Selengkapnya, baca di www.greeners.co