emas hijau

Emas Hijau Nusantara yang Terancam

Julukan “Emas Hijau Nusantara” secara khusus diberikan kepada tanaman gaharu. Mengapa demikian? Gaharu adalah salah satu tanaman Nusantara yang memiliki potensi dan nilai ekonomi yang tinggi bahkan melebihi harga emas. Gaharu biasanya menjadi komoditas ekspor internasional yang dapat meningkatkan devisa negara. Gaharu di Indonesia sendiri memiliki 26 jenis dalam tujuh marga yang tumbuh di hutan alam yaitu Aetoxylon, Aquilaria, Enkleia, Gonystylus, Gyrinops, Phaleria dan Wikstroemia. Dari tujuh marga tersebut, hanya marga Aquilaria, Gryinops dan Gonystylus yang paling banyak dimanfaatkan.

Gaharu yang termasuk kedalam famili Thymelaeaceae sebagian besar tumbuh pada tegakan hutan hujan tropis, dataran rendah dari kering hingga rawa dengan ketinggian 0-1.000 m dpl. Menurut laporan “Pengenalan Jenis Pohon Penghasil Gaharu” yang disusun oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi bersama International Tropical Timber Organization (ITTO) – CITES Phase II Project (2014), gaharu dideskripsikan berupa pohon yang berukuran kecil hingga besar dengan tinggi hingga 40 m dan diameter batang mencapai hingga 60 cm, kadang berbanir atau berlekuk pada bagian pangkal.

Predikat gaharu sebagai “Emas Hijau Nusantara” kini bisa lenyap sewaktu-waktu. Beberapa kajian dan berita menyebutkan bahwa adanya eksploitasi besar-besaran tanaman gaharu menyebabkan penurunan secara signifikan terhadap populasinya di alam. Eksploitasi ini terutama yang dilakukan secara nonselektif yaitu langsung melakukan penebangan beberapa pohon gaharu kemudian melakukan seleksi berdasarkan kriteria penampang melintang batang.

Selengkapnya, baca di www.greeners.co