Anggrek Hantu, Suka Kegelapan dan Berbau Busuk

Taksonom dari Kebun Raya Purwodadi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan biologi dari Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini telah menemukan jenis anggrek baru yang unik dan lain daripada yang lain. Jika biasanya anggrek memiliki penampilan yang cantik dan berwarna cerah, maka anggrek yang satu ini tampil sebaliknya. Anggrek yang satu ini masuk ke dalam golongan holomikotropik, menyukai lingkungan gelap, kemunculannya tidak diduga, dan tidak memiliki daun. Karena karakteristiknya tersebut, anggrek ini diberi julukan “anggrek hantu”.

Anggrek hantu memiliki nama ilmiah berupa Gastrodia bambu, karena tanaman ini tumbuh dari tanah berseresah di bawah rumpun-rumpun bambu tua. Tanaman yang satu ini memiliki bunga yang berwarna coklat gelap, berbentuk seperti lonceng, dan memiliki bibir bunga yang berbentuk seperti mata tombak. Tak hanya berpenampilan misterius, anggrek hantu juga memiliki aroma seperti ikan busuk. Aroma tersebut berfungsi untuk mengundang serangga pollinator. Karena memiliki karakteristik yang “menyeramkan”, anggrek ini dianggap merepresentasikan dunia kematian.

Anggrek ini memiliki daya peka yang tinggi terhadap kekeringan, intensitas cahaya berlebih, dan perubahan pada media tumbuh. Bila habitat dari tanaman ini terganggu, maka populasi dari anggrek unik ini dapat terancam. Kemunculan anggrek hantu menjadi simbol tantangan konservasi. Konservasi anggrek yang satu ini menjadi tantangan besar, karena membudidayakannya saja masih sulit.

Selengkapnya, baca di www.kompas.com